Sabtu, 22 Oktober 2016

Lubuk Bigau


Dari semua tempat yang pernah aku kunjungi desa ini yang paling bikin rindu untuk terus  kembali. Berasa ada magnet yang begitu kuat menyedotku untuk terus kembali ke tempat ini. Aku jatuh cinta pada desa ini sejak kali pertama menginjakkan kaki di sini pada bulan April yang lalu dan dalam tahun 2016 susudah tiga kali aku mengunjunginya. Meski perjalanan yang akan aku lalui menuju desa Lubuk Bigau tidaklah mudah, mengingat insfrastuktur menuju tempat keren itu masih berupa jalan tanah. Jika musim hujan jalannya tak ubahnya seperti kubangan dan jika musim kemarau maka bermandi debu lah sepanjang perjalanan. Namun keinginan untuk terus menyambanginya tidak pernah surut.


taman baca mini desa Lubuk Bigau
Aku jatuh cinta pada keindahan alam yang Allah titipkan pada desa itu, desa ini memiliki air terjun tertinggi nomor empat di Indonesia. Aku selalu rindu dengan keriangan anak-anak desa yang tak pernah mengeluh mengapa listrik, jaringan telephone, jalan yang rusak, fasilitas pendidikan dan kesehatan yang  seadanya saja di desa mereka. Aku sayang pada setiap warga desa yang ramah dan penuh kehangatan.

Kali pertama ke Lubuk Bigau niatnya emang buat traveling doang ke air terjun Batang Kapas, air terjun nomor tiga tertinggi di Sumatera. Aku berangkat dengan ponakan dan kakak. Kali kedua  bareng teman-teman bloger kota Pekanbaru, misinya untuk promosiin objek wisata nya. Meski pergi dengan orang yang berbeda kebahagian bisa kembali ke desa itu tak berkurang dan keinginan untuk kembali lagi tetaplah sama.


Ketika  Arika Harmon ketua pemuda nya mengajakku untuk kembali kesana, aku tidak berpikir untuk menjawabnya langsung  bilang iya ajah. Tujuan kali ini bukanlah untuk menyambangi air terjun yang keren itu,namun untuk menghadiri pernikahan adiknya. Sampai di Lubuk Bigau ternyata acara pernikahan itu baru akan dilaksanakan pada malam senin, padahal sebelumnya aku dapat beritanya pernikahan akan berlangsung pada malam ahad. Jadi dari pada bengong cantik maka aku dan Arika ngajak adek-adek di Lubuk Bigau untuk camping ala- ala. Setelah pada malam ahadnya udah dibentuk pengurus perpustakaan yang sedang kita rintis di sana. Unik nya semua pengurus perpustakaannya masih sangat belia, mereka masih duduk di bangku kelas lima SD.  kenapa camping ala-ala? Karena campingnya hanya setengah hari doang meskipun begitu kita tetap bawa tenda dan peralatan camping lainnya. Adek adek nya senang banget, aku terharu liat semangat dan kecerian  mereka. Sesederhana itu ternyata untuk bikin mereka bahagia.
Untuk acara perdana tersebut aku dan Arika mengajak  adek-adek itu   membuat tim, memasang dan membuka tenda, belajar untuk  bekerjasama, berbagi tugas, saling menolong dan bertanggungjawab pada tugas masing-masing.  reaksi mereka sangat antusias mengikuti kegiatan itu meskipun waktunya singkat.  Ke depannya kita berupaya untuk terus mengedukasi  adek-adek yang ada disana semaksimal yang kita bisa.



So jika teman-teman berniat untuk melihat keindahan air terjun Batang Kapas, alangkah indahnya jika mau membawakan oleh-oleh berupa buku untuk mereka. Tak perlu buku baru yang bekaspun tak masalah selama kondisinya masih bagus, namun buku baru akan lebih baik. Karena hidup ini terlalu singkat untuk kita menikmati seorang diri, jadi  jika kita bisa bahagia bareng-bareng ngapain coba bahagianya sendiri ajah….



Jagalah kebersihan air terjun batang kapas agar bisa terus dinikmati generasi-gerenasi negeri ini, tahan tangan untuk membuang sampah sembarangan, tahan keinginan untuk mencoret-coret bebatuan dan cerukan yang ada, cukuplah kenangan yang tersimpan dalam ingatan, rekaman video dan foto yang dibawa tak perlu merusak apa yang sudah ada. Allah anugerahi keindahan, kewajiban kita untuk merawatnya…. 

3 komentar:

  1. ihhh hebat kali mamakku ini. Doakan ya mak tabungfanku bv anyak biar bisa main sekaligus sumbang buku buat adek2 disana

    BalasHapus
    Balasan
    1. rajin rajin ko nabung Bet muhamad septian wijaya, biar kita bisa ke sini bareng bareng

      Hapus
  2. Mantap tulisannya kk. Setidaknya mengobati rindu saya pada desa Lubuk Bigau dan sekitarnya.

    BalasHapus

Design by Wulansari