Rabu, 04 November 2015

Saat Ini Mungkin Kita Belum Jodoh

Hari ini seperti biasa disela - sela libur ngantor aku menyempatkan diri untuk pulang ke rumah orang tua. Disamping kangen dengan orang tua aku juga pengen berbagi cerita tentang impian yang tinggal selangkah lagi akan aku raih. Keluarga adalah segalanya bagiku,meski jarang pulang bukan berarti komunikasi kami jadi mampet kayak got depan kontrakan ku 😄😄


Seperti dugaanku ibu sangatlah senang dengan kepulangan ku,secara kerjaan terus jadi alasan aku jarang pulang. Seperti biasa aku dan ibu memilih pekarangan samping rumah tempat bercengkerama favorit kami,hawa nya sejuk bikin nyaman..


"Bagaimana hubungan mu dengan tyo,na? Ibu memulai membuka obrolan. maaf bu,sepertinya tyo bukanlah orang yang tepat untuk jadi pendamping nana. "kenapa kamu bisa punya pendapat seperti itu tentang tyo?, menurut ibu tyo anak yang baik,santun trus apa yang kurang? Bu,tyo memang baik namun ada hal yang tak bisa nana terima dari dirinya. Sulit rasanya bu buat nana untuk membangun mahligai yang bernama rumah tangga dengan laki laki yang rendah semangat juangnya, yang tak mempunyai impian bu.






Yah,jika itu yang jadi pilihan mu ibu bisa apa,toh kamu sudah dewasa sudah bisa menentukan apa yang baik untuk hidup mu ke depan. Meskipun ibu juga kecewa dengan keputusan mu karena ibu harus bersabar lagi untuk melihat mu segera menikah.


"Maafkan nana bu,harus membuat ibu kecewa lagi", ibu mengusap kepala ku dan berlalu dengan mata berkaca-kaca.


Rasa lega dan perih bersatu dalam kalbu. Lega karena aku sudah jujur pada ibu dan ibu tak perlu lagi berharap tyo jadi menantunya. Perih, untuk kesekian kalinya aku membuat ibu kecewa..














Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design by Wulansari