Senin, 25 November 2013

Mawar Untuk Reffa




   
          Rez, kamu masih ingat sudah berapa lama kita kenal dan pada akhinya bertunangan? masih dong sayang, mana mungkin aku bisa lupa dengan semua itu, aku mengorbankan  banyak hal demi untuk mendapatkan cinta mu, terima kasih reza kau sudah berjuang utuk ku......


         Reffa, beranjak dari duduknya. rez, taukah kau apa yang paling aku inginkan selama ini dari mu?
reza, mendekati reffa yang berdiri didepan jendela.... 
"katakan sayang apa yang kau inginkan dariku", dengan lirih reffa berbisik " aku hanya ingin kau bersikap romatis rez, aku tak minta kau membawakan ku perhiasan yang mahal, barang barang yang wah. aku hanya ingin kau membawakan ku setangkai mawar, atau sekotak coklat dan bilang cinta padaku

       
        Re, kamu tau sendiri aku bukan pria romantis, "tapi apa salahnya kamu mencobanya rez".
aku pulang, Reza melangkah pergi meninggalkan Reffa yang termanggu di depan jendela....

       
       "Re, kita makan siang tempat biasa ya? aku punya kejutan untuk mu", Reffa membaca pesan yang dikirim reza padanya. Reffa masih menerka-nerka kejutan apa yang dipersiapkan reza untunk nya

      " Pak Reza, Bapak mau kemana? dita sang sekretaris menyapa....
"saya ada janji makan siang dengan tunangan saya dit", tapi pak setengah jam lagi bapak ada pertemuan penting dengan rekanan perusahaan kita, dita mengingatkan reza, "ya ampuuun kenapa saya sampai lupa ya dit?, ya sudah kamu tolong bereskan semua dukumennya yang diperlukannya ya, "baik pak sahut dita...


        Reffa mulai bosan menunggu reza, yang tak kunjung tiba, sudah 3 jam berlalu namun reza tak ada kabar berita, reffa mulai kecewa dengan sikap reza yang membiarkanya menuggu begitu lama tanpa penjelasan apa-apa. Reffa beranjak dari duduknya menuju kasir, tiba-tiba HP nya berdering


"sayang, aku minta maaf, aku lupa kalo  hari ini  ada pertemuan penting dengan rekanan kantor ku, maaf juga aku tak mengabarimu sebelumnya, terdengar suara reza diseberang sana...
"kamu masih menunggu aku kan re? aku sudah siap-siap mau pulang sahut reffa. 
"aku jemput ya?", nggak usah rez aku bisa pulang sendiri, "pokonya tunggu aku re", reza memutuskan telpnya..

reza memacu  mobilnya menuju resto tempat reffa menunggu dirinya, dengan seikat mawar dipangkuannya..
hp reza berdering

"hallo, reza, ini mas gilang, kamu ke rumah sekarang ya?, reffa, za suara gilang mulai serak bercampur tangis,iya mas, Reffa kenapa? sambungan telp dari gilang terputus.. Reza jadi panik, yang ada dipikirannya bagaimana cepat sampai di rumah reffa.....

Reza, Mulai limbung, detak jantungya makin cepat, demi melihat sesuatu yang tertutup kain diruangan tamu yang  dikelilingi bnayak orang. 
perlahan reza mendekat dan menyingkap kain yang menutupi sosok yang terbaring kaku....
reza menjerit histeris dan meraung-raung  demi melihat apa yang ada didepannya
reffa lah yang terbaring tak bergerak, dengan lirih mama reffa berucap pada reza" reffa ketabrak mobil hendak pulang dari menemui mu tadi nak"


Reza, tak menyangka  mawar yang dipersiapkannya untuk reffa  sebagai  kejutan akan berakhir di pemakaman....

dengan lirih reza berucap" maafkan aku fa, tak pernah bersikap romatis padamu selama ini. 
dihari ini disaat aku ingin melakukan apa yang paling kamu inginkan, kenapa kamu pergi tinggalkan aku untuk selamanya? kenapa kamu tinggalkan aku disaat hari pernikahan kita semakin dekat?
kenapa fa? pertanyaan itu terus bergema, dan tiba-tiba reza jatuh pingsan di pusara reffa.....



















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design by Wulansari