Minggu, 30 Januari 2011

Tentang Rasa

Ku pikir semuanya akan biasa saja, dan memang seperti itu semestinya bukan? Akan tetapii ketika semua nya berjalan tanpa bisa aku kendalikan, siapa yang mesti aku salahkan?
Kamu? Mana mungkin karna pada kenyataanya kamu memang tak bersalah. Menyalahkan diri ku sendiri? Rasanya tak kuasa, meskipun mungkin aku yang salah karna tak mampu dan kuasa menolak “Rasa” yang menjelma. Toh aku juga tak pernah minta rasa itu ada.
               
Ah “Rasa”mengapa kau datang menjelma pada nya? Mengapa kau tak hadir untuk dia yang lain? Dia yang mengharapkan kehadiran diriku untuk kehidupannya?

“Rasa” aku bisa saja membiarkan mu tumbuh berkembang subur hingga berbunga, namun sisi hati ku yang lain tak ingin kan itu. Logika ku berkata akan lebih baik aku melenyapkankan mu saja, hingga hilang tak bersisa.

“Rasa” sampai kini hati ku tak kuasa menghilangkan mu. Semakin ingin ku lupakan semakin  nyata dia ada. Semakin ingin ku hindari semakin dia menghantui. Semakin ingin ku tinggalkan, semakin kuat dia mengikuti. Semakin ingin ku membenci,semakin ku mencintai. Semakin ingin ku menjauhi, semakin dekat dia menghampiri.

“Rasa’ akan kah waktu bisa merubah segalanya, Hingga dia jadi nyata untuk ku?

always

Senin, 24 Januari 2011

Seandainya.........

Andai rasa yang ku punya untuk mu tak lagi sama
Andai sayang yang ku miliki untuk mu sudah berbeda
Andai ada rasa yang lebih istimewa.
Haruskah kita berpisah?
Seperti dulu yang pernah aku kata?
Jika “iya” akan kah kita bisa?
Ah, mungkin kau bisa, tapi aku? Akan kah aku mampu berpisah dengan mu?
Setelah begitu banyak kenangan yang ku lami bersama mu,
Aku merasa tak yakin bisa pergi dari mu sayang. Karna kau telah menjadi candu.
Mungkin kau tak miliki kenangan tentang ku dan semua yang kita lewati tak berarti untk mu, tapi buat ku semuanya sangat berarti. Kau datang dan memberi ku warna seindah pelangi.
Dan ku bersyukur Tuhan memberi aku kesempatan untuk mengenal mu.
Dan jika Tuhan tak inginkan kebersamaan ini abadi, aku masih bisa tersenyum kala mengenang mu…..
J
Minggu, 23 Januari 2011

JANJI BUNDA PADA MU ANANDA KU

Anak ku, yang jiwa mu dan jiwa bunda berada berada dalam genggaman Robbi pemilik semesta. Bunda berjanji pada mu anak ku, akanmemberikan mu ayah yang terbaik. Agar ia menafkahi kita dengan cara yang baik dan halal hingga jiwa suci mu dan darah bersih mu tidak terkontaminasi dengan sesuatu yang tidak baik.
Sayang,
Hal pertama yang akan bunda ajarkan pada mu nak adalah mengenal siapa pencipta mu, agar kau tau kalau kau diciptakan sebagai pemimpin di muka bumi hingga kau tak pantas berbuat zholim
Anak ku,
Bunda akan mengajari mu hidup dalam kesederhanaan , supaya engkau tahu anak ku, hidup dalam kesederhanaan itu jauh lebih membahagiakan dan mulia dari pada hidup dalam kemewahan yang penuh celaaan dan hinaan.
Sayang dengarkan bunda nak,
Bunda akan mendidik mu dengan penuh kesabaran, agar ketika engkau bergaul  dengan lingkungan mu, engkau bisa menahan emosi mu pada saat kau dihadapkan pada sesuatu yang tak kau sukai kau tak lekas marah.
Permata ku,
Kan bunda  sirami kau dengan tumpahan kasih sayang hingga kau tak perlu merasa terabaikan dan terbuang hingga kelak kau akan tumbuh menjadi insan penyanyang.
Nanda,
Kan kutanamkan sifat jujur dalam diri mu dan sifat jujur itu akan menjadi karakter mu kelak, hingga jabatan, uang, kekuasaan tak membuat mu silau dan menghinakan diri demi dunia yang bersifat  fana.

Nanda…..
Bunda tak akan mewarisi mu harta kekayaan, bunda hanya akan membekali ilmu pengetahuan hingga dengan ilmu yang kau punya kau bisa menggembangkan diri menjadi khalifah dimuka bumi.
Buah Hati ku
Bunda tak akan membiarkan mu menjadi pribadi yang manja, bunda akan mempersiapkan mu menjadi pribadi yang tangguh, yang tak mudah menyerah apa lagi berputus asa.
Sayang tiada yang lebih membahagiakan selain melihat mu tumbuh menjadi pribadi yang sholeh dan sholehah. Dan kita akan bekerjasama utk mengwujudkan itu…… insya Allah kita bisa…
Rabu, 19 Januari 2011

Aku yang tak mengerti

Ku tau kau sayang pada ku dengan tulus
Ku sadari kau berusaha memahami ku semampu mu
Ku mengerti kau dengan sabar selalu menanti jawabanku
Ku percaya kau mencintai ku sepenuh hati mu
Tapi……..
Aku yang tak mengerti mengapa aku tak bisa menerima semua perhatian mu
Aku yang tak paham kenapa kunci hati ini tak jua terbuka juga untuk mu
Maaf kan aku yang tak bisa membalas  semua rasa mu untuk ku.
Design by Wulansari